Selasa, 16 Oktober 2018

Fudoshin

FudoshinFudoshin adalah 'jiwa yang tak tergoyahkan', yaitu jiwa  yang telah melalui semua tantangan kehidupan, dan telah mencapai keadaan ketenangan dan kedamaian penuh. Keadaan keseimbangan batin ini penting dalam praktek Zazen dan Budo.

Kesedihan maupun rasa khawatir adalah hal yang alami dalam kehidupan, ini merupakan proses latihan jiwa, idealnya seorang shinobi atau budoka tidak berlarut dalam kesedihan maupun kekhawatiran sehingga tercapai pengertian mengenai semagat yang tak tergoyahkan.

Fudoshin adalah semangat untuk mencapai kemenangan, semangat optimis dan itu dipenuhi dengan keberanian, daya tahan dan tekad untuk mengatasi setiap rintangan yang menghadangnya. Fudoshin dikaitkan dengan perasaan tak terkalahkan, pikiran yang tidak dapat terganggu oleh kebingungan, keraguan, keraguan, atau ketakutan.


Pada Jaman Feudal Jepang, Fudoshin dimanifestasikan dalam demonstrasi keberanian Samurai yang tak perlu dipertanyakan lagi, dan tekad untuk menghadapi kesulitan, bahaya, rasa sakit, dan bahkan kematian, tanpa rasa takut. Sebagai pendekar pedang Jepang yang hebat, Tsukahara Bokuden berkata: "Ketenangan mental, bukan keterampilan, adalah tanda dari seorang samurai dewasa".


Dari sudut pandang Barat, konsep seorang Prajurit (Samurai, Bushi) tanpa kemarahan atau kemarahan, seorang pejuang damai, bisa sangat sulit dimengerti dan diterima. Menjadi sangat dualistik, kita hampir tidak dapat mendamaikan ide-ide kekerasan dan pikiran yang damai dan tenang, tetapi keadaan pikiran ini adalah esensi dari Samurai dan saat ini adalah esensi dari seni bela diri seperti kendo, judo, karate atau aikido.

 
Dalam kehidupan sehari-hari, Fudoshin adalah perlindungan terhadap "Shikai" atau empat penyakit pikiran: kemarahan, keraguan, ketakutan, dan kejutan. Melalui praktek ketat Zazen, para siswa belajar secara implisit untuk memusatkan diri dan menjernihkan pikiran mereka sehingga mengembangkan pikiran Fudoshin.


Dalam perjalanan hidup ini dimana segala problematika terjadi, perjuangan hidup yang keras, menggoyahkan keseimbangan emosional sehingga membuat kehilangan kendali diri dan berakibat keputusasaan. Namun dengan adanya  semangat dan jiwa yang kuat (fudoshin) dapat membuat hidup semua orang menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar